Minggu, 05 Juli 2020

kerussakan Tv Lcd Modul T-con

 kerussakan Tv Lcd Modul T-con



Memahami Modul T-con Tv LCD


Menganalisa kerusakan panel LCD tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan memahami terlebih dahulu isi dan cara kerja T.con, karena T.con merupakan alat kontrol yang menghidupkan panel lcd sehingga dapat muncul sebuah gambar.


Scan Driver = Row Driver = Gate Driver

Data Driver = Coloumn Driver = Source Driver. IC Scan Driver dan Data driver bisa berada diluar panel menempel pada lapisan film, yang disebut disebut dengan COF (Chip on Film). Tetapi ada pula yang tidak nampak karena tertanam pada panel kaca, dan istilahnya adalah COG (Chip on Glass)

Bagian-bagian utama modul T.con secara umum terdiri dari :

Multi Chanel Power supply (multiple outpu). Pembangkit pulsa-pulsa Timing Control atau Scan drive.
Pembangkit Gamma Reference
Memori 24C

1Multi Chanel Power supply TFT Panel. Umumnya menggunakan sebuah ic sebagai pembangkit tegangan multiple output . Tegangan VGH dan tegangan VGL untuk mensuply sirkit  amplifier pulsa-pulsa

(1) Source driver dan
(2) Gate drive.
Tegangan AVDD untuk  ic Gamma reference pada modul Tcon .
Tegangan Vdd untuk sirkit digital pada modul T.con.

Cara kerja multi power supply pada semua model T.con boleh dikatakan hampir sama.


2. Pembangkit pulsa-pulsa Timing Control  (Scan driver dan Data driver)


Pulsa-pulsa Timing kontrol dibangkitkan oleh sebuah ic  yang dinamakan ic Scan Driver.

Beberapa merk pembuat panel LCD, mempunyai sistim cara kerja yang sedikit berbeda satu sama lain (pabrikan yang banyak dijumpai misalnya  Samsung, Sharp, AUO, LG-Philips, Chi Mei, Hesung).
Istilah-istilah untuk nama pulsa-pulsa yang digunakan masing-masing pabrikan untuk kontrol t.con mungkin sedikit  berlainan, walaupun sebenarnya fungsinya hampir mirip.
Didalam ic T.con juga tersimpan internal data Patern Generator guna pemakaian Self Test

3. Pembangkit Gamma reference

Tegangan Gamma Reference (grayscale refernence) dibangkitkan menggunakan ic tersendiri, tapi kadang menjadi satu kesatuan dengan ic T.con. Ada macam-macam jenis ic Gamma dengan jumlah chanel output yang berbeda (misal 10, 12, atau 14 chanel output)

4. Memori ic

IC Timing control pada model-model tertentu membutuhkan memori 24C untuk mendukung program kerjanya.

Catatan :

Tegangan VGH atau Von : umumnya sekitar 25 hingga 30v
Tegangan VGL atau Voff : umumnya sekitar minus 7 hingga minus 15v
Tegangan AVdd : umumnya sekitar 15 hingga 18v.
Tegangan Vdd : umumnya 3.3v dan 1.8 atau1.2v

TROBLESHUTING

Kehilangan salah satu atau beberapa tegangan multi chanel dapat menyebabkan :

Layar gelap.

Layar nyala putih terang jika tegangan Vcc ke multi power supply tidak ada
Gambar slow motion
Gambar ada gangguan garis-garis vertikal

Kehilangan atau cacat pada salah satu atau beberapa pulsa scan drive dapat menyebabkan :


Layar gelap.

Gambar double vertikal.
Gambar double horisontal.
Sebagian layar ada gambar, sebagian hanya garis-garis vertikal atau horisontal

Kerusakan IC Gamma reference dapat menyebabkan :


Gambar kontras tipis atau seperti negatip.

Gambar terlalu gelap dan kehilangan detail.
Layar hanya nyala putih.

Kerusakan IC Scan Driver atau  Data Driver dapat menyebabkan :


Muncul sebuah atau beberapa garis vertikal atau horisontal pada layar

Muncul blok garis-garis vertikal pada sebagian layar.
Muncul blok garis-garis horisontal pada sebagian layar.
Gambar double vertikal.

Kerusakan data memori 24C.

Kami masih sedikit dapat informasi masalah ini, tetapi kemungkinan

Dapat menyebabkan gambar cacat.

Pada Sony mungkin dapat menyebabkan pesawat mati protek.
KASUS : 1
LCD layar blank putih tidak ada OSD, suara normal.

Penyebab:

  • Kabel LVDS lepas belum terpasang
  • T-Con tidak mendapat suply tegangan 12v (atau tegangan drops)
  • Fuse smd yang terdapat pada board T-Con putus (lokasi biasanya dekat konektor LVDS)
  • T-Con rusak.
Jika T-Con menggunakan
Ic gamma AS-15, kemungkinan
Ic gamma rusak
KASUS : 2
LCD LG 22C30 layar putih polos
  • LCD LG 22C30 (board T.con jadi satu dengan panel)
  • Problem layar menyala hanya putih polos
Pengalaman pada LCD LG layar kecil - layar menyala putih polos biasanya dapat disebabkan karena :
  • Kabel LVDS lepas sehingga panel tidak mendapat suply (6 atau 12v)
  • Fuse-chip untuk suply ke panel putus
  • Panel rusak
SOLUSI
Setelah buka cover cabinet belakang - langsung buka cover penutup  panel-board
  • Cek Fuse-chip yang lokasinya dekat konektor LVDS………. dan diketemukan putus. Coba ganti fuse menggunakan Fusible Resistor 1/4W 0.22 ohm
Kasus: 3
LCD sempat nyala beberapa detik trus mati protek hal ini umumnya terjadi pada pesawat yang Inverter-nya diperlengkapi dengan sistim protek yg diumpankan ke bagian board digital sehingga pesawat jadi mati semuanya. Kalau pesawat tidak diperlengkapi dengan sirkit seperti ini maka protek hanya akan menyebabkan layar gelap , tetapi suara tetap ada. (sebenarnya gambar tetap ada, hanya tidak kelihatan karena lampu backlight mati)

PENYEBAB :

  • Inverter protek, 
  • Tranfo tegangan tinggi rusak. Bisa dicek pakai FBT tester pada kumparan primer. Atau cek resistansi semua tranfo pada bag sekunder, semua harus punya nilai resistansi yg sama, kalau diketemukan ada satu yang berbeda, maka kemungkinan tranfo tersebut rusak.
  • Solderan pada tranfo tegangan tinggi ada yang kurang kontak
  • Lampu CCFL ada yang tidak nyala/tidak kontak/rusak
  • Atau kerusakan pada ic Inverter driver sendiri
Kerusakan tranfo tegangan tinggi atau lampu ccfl yang tidak normal biasa kami lakukan pengecekan pada
  • Lepas semua kabel konektor ke lampu ccfl
  • Pasang salah satu konektor ccfl saja – kemudian coba hidupkan pesawat – amati apakah lampu dapat menyala sesaat.
  • Kemudian lanjutkan secara bergantian pada semua konektor ccfl satu demi satu, dannanti kalau ada yang tidak nyala atau nyalanya atau redup berarti tranfo rusak atau lampu yang rusak.
Cuma cara ini sulit dilakukan jika sambungan konektor ccfl tidak pakai sistim kabel.

Catatan :

Sirkit protek yang diumpankan ke board digital dapat dilumpuhkan dengan cara memotong  kabel jalur protek dari board Powersuply/Inverter ke board Digital. Kemudian kabel yg kearah board digital digroundkan.
Konektor kabel protek ditandai dengan tulisan SOS (panasonic) ; ERR (sharp) ; atau PRT (merk lain)

KASUS : 4

Ketika dihidupkan layar nyala hanya sesaat trus gelap, sedang suara normal

ANALISA :

Gejala kerusakan semacam ini kemungkinan disebabkan LED driver kerja sebentar terus mati protek. Menurut teori penyebab LED Driver mati protek dapat disebabkan antara lain :


  • Tegangan suply Led backlight over
  • Rentengan lampu led ada yg putus atau tidak kontak
  • Output dari supply Led back light ada yg setengah short

PEMERIKSAAN :

Kasus yang lagi ditangani mempunyai 4 buah rentengan lampu led sebagi back-light. Rentengan mendapat suply berapa volt?  Kami kurang jelas,……….sebab saat bekerja sesaat tidak dapat terukur dengan tepat trus keburu mati protek. Hanya yang kami ketahui suply menggunakan elko 160v pada bagian output dari dc-dc converter. Beruntung kami memiliki sebuah alat dc-dc converter yang dapat memberikan suply tegangan dari 12v hingga 50v (dapat diajust)……saya pikir ini aman untuk test lampu led. Satu-persatu setiap rentengan led diode kami cek menggunakan alat tersebut…..dan achirnya kami menemukan salah satu rentengan tidak nyala. Untuk keamanan agar tidak sampai merusak lampu led, maka saat memeriksa setiap rentengan suply kami seri dengan sebuah Resistor 100 ohm/1w
Wah mesti bongkar panel ini untuk mencari penyebab bagian lampu led yangtidak nyala..?

Kasus: 5

Kerusakan panel LCD model-model baru

Sekarang ini banyak T.con yang sudah menjadi satu kesatuan dan menempel  bagian atas panel LCD, sehingga kerusakan pada bagian T.con artinya sama saja panel yang rusak.

Gejala-gejala kerusakan yang nampak antara lain adalah :
  • Raster nyala putih blank.
  • Raster gelap, tetapi backlight menyala
  • Salah satu warna hilang atau kadang hilang
  • Gambar blur atau berlepotan
Untuk memastikan jenis kerusakan seperti ini, maka yang perlu dilakukan adalah ;
  • Periksa apakah tegangan 5v sudah masuk pada kabel LVDS
  • Periksa sinyal-sinyal gambar pada konektor LVDS menggunakan osiloskop. Jika semua sinyal ada berarti panel yang rusak.
Untuk mengetahui lokasi pin 5v dan pin sinyal gambar pada konektor LVDS, maka perlu melihat pada skematik diagram. Tetapi sebelum memastikan panel rusak, maka coba periksa FUSE chip yang menempel pada T.con, mungkin problem hanya disebabkan fuse tersebut putus. Fuse ini lokasinya biasanya dekat dengan konektor LVDS dngan nilai 2A. Ganti fuse dengan potongan seutas serat kabel yang lembut.

Contoh pin-out konektor LVDS :

 Vin adalah input tegangan 5v
Lokasi sinyal gambar yang perlu dicek dengan osiloskop adalah Rx in0-/Rx in0+ hingga Rx in3-/Rx in3+ dan RxCLK-/RxCLK

Kasus 6

LCD raster blank – backlight nyala
LCD teve dengan kerusakan : Raster blank, no OSD - Backlight nyala dan suara tetap ada.
Solusi :
  • Buka cover penutup T-con (umum ada dibagian tengah-atas bagian belakang LCD panel)
  • Cek kabel konektor LVDS (mungkin kendor atau loose kontak)
  • Cek tegangan suply Vcc 12v
  • Cek fuse chip pada suply tegangan 12v (lokasi biasanya dekat dengan konektor LVDS)
  • Cek sinyal gambar menggunakan osiloskop
Jika semuanya ok, maka kemungkinan pcb T-con rusak.
Contoh pcb T-con (gambar dari usefulparts.com)
Contoh konektor LVDS (Sony Bravia)
Sinyal gambar yang perlu dicek degan osiloskop adalah :
RA+/RA-
RB+/RB-
RC+/RC-
RD+/RD-
RE+/RE-
catatan : RCLK+/RCLK- tidak bisa dicek dengan osiloskop biasa (karena frekwensi tidak mampu)

Kerusakan power-suply LCD

Power suply LCD menggunakan SMPS seperti pada pesawat TV tabung, tetapi umumnya terdiri dari 2 buah SMPS.
Sub SMPS - menggunakan tranfo switching kecil digunakan untuk suply 5v/3.3v stand-by bagian mikrokontrol
Main SMPS - sebagai suply utama tegangan-tegangan backlight modul (12v/24v), dan untuk sirkit bagian digital maupun analog (tergantung dari modelnya)

Main SMPS

Terutama pada tipe layar besar, umumnya diperlengkapi dengan sirkit PFC (Power Factor Correction) yang berfungsi untuk mengurangi pemakaian daya listrik yang diakibatkan oleh pergeseran phase. Perlu kita pahami bahwa LCD 32 inch ketas yang masih menggunakan back light semacam lampu neon mengkomsumsi listrik cukup besar (sekitar 200w)
Dikontrol hidup-mati oleh mikrokontrol.Terdapat 2 buah photo-coupler
  1. Pertama seperti umumnya SMPS digunakan untuk umpan balik dari bagian sekunder ke bagian primer.
  2. Kedua digunakan untuk kontrol hidup-mati
Kerusakan paling sering dijumpai pada sirkit power-suply LCD adalah elko pada bagian sekunder yang secara visual terlihat mengembung pada bagian atasnya sehingga nilai kapasitansi turun dan ESR naik. Kadang elko rusak tidak sampai mengembung, oleh karena itu sebaiknya elko-elko diperiksa dengan ESR meter.
Gejala-gejala kerusakan elko yang muncul umumnya adalah :
Pesawat tidak mau hidup, dan timbul suara tik...tik...tik dari bagian modul power suply. Pesawat hidupnya lama.
Kalau teve dapat hidup timbul gangguan gambar seperti garis-garis vertikal atau gambar cacat. Gangguan gambar semacam ini dapat dikoreksi dengan cara mengganti eeprom atau melakukan RESET (default) lewat service mode.
gambar dibawah adalah contoh sirkit stand-by SMPS
Gambar dibawah adalah contoh sirkit Power Factor Correction (PFC)
Tegangan 300v dari diode bridge D9201 diinputkan ke tranfo switching L9201
Q92011 di-drive oleh ic PFC (tidak nampak pada gambar)
Outputnya merupakan tegangan dc 375v yang digunakan untuk memberikan suply pada sirkit SMPS
SMPS (tidak nampak pada gambar) merupakan sirkit seperti halnya pada tv CRT. Tapi disini tegangan input dc 375v diperoleh dari sirkit PFC.
Gejala kerusakan lampu CCFL (backlight)
Gejala-gejala seperti dibawah ini, dapat menunjukkan bahwa lampu CCFL sudah akan mati (expired)
  • Raster berwarna agak merah atau pink, kemudian gelap (backlihgt mati)
  • Pertama dihidupkan raster agak merah atau pink, kemudian lama-lama normal
  • Raster ada fliker
  • Raster flicker dan britnes kurang terang
  • Britnes tidak bisa terang
  • Inverter mati protek atau tv mati protek

KASUS : 7

LCD sempat nyala beberapa detik trus mati protek, hal ini umumnya terjadi pada pesawat yang Inverter-nya diperlengkapi dengan sistim protek yang diumpankan ke bagian board digital sehingga pesawat jadi mati semuanya.Kalau pesawat tidak diperlengkapi dengan sirkit seperti inimaka protek hanya akan menyebabkan layar gelap , tetapi suara tetap ada. (sebenarnya gambar tetap ada – hanya tidak kelihatan karena lampu backlight mati) 
PENYEBAB
Ada macam-macam diantaranya
  • Inverter protek, 
  • Tranfo tegangan tinggi rusak. Bisa dicek pakai FBT tester pada kumparan primer. Atau cek resistansi semua tranfo pada bag sekunder – semua harus punya nilai resistansi yg sama, kalau diketemukan ada satu yang berbeda, maka kemungkinan tranfo tersebut rusak.Solderan pada tranfo tegangan tinggi ada yang kurang kontakLampu CCFL ada yang tidak nyala/tidak kontak/rusakAtau kerusakan pada ic Inverter driver sendiri
Kerusakan tranfo tegangan tinggi atau lampu ccfl yang tidak normal biasa kami lakukan cek dengan cara sseperti ini :
  • Lepas semua kabel konektor ke lampu ccfl 
  • Pasang salah satu konektor ccfl saja
  • kemudian coba hidupkan pesawat
  • amati apakah lampu dapat menyala sesaat.Kemudian lanjutkan secara bergantian pada semua konektor ccfl satu demi satu 
  • nanti kalau ada yang tidak nyala atau nyalanya redup berarti tranfo rusak atau lampu yang rusak.Cuma cara ini sulit dilakukan jika sambungan konektor ccfl tidak pakai sistim kabel.
Artikel terkait

Kasus 8

Betulin TV LCD Hidup Sebentar Terus Mati Lagi

CONTOH KASUS :

TV LCD/ LED
Jika tombol power dihidupkan lampu indikator akan merah berubah menjadi hijau………ditunggu bebarapa saat kemudian raster menyala……….tetapi hanya sebentar kemudian mati sendiri dan indikator kembali nyala merah
Langkah Pemeriksaan Awal
jika diamati dengan seksama, pada saat raster menyala sepertinya layar bagian bawah sedikit agak gelap dibanding layar bagian tengah dan atas.
Analisanya lampu bachlight CCFL yang bagian bawah tidak menyala sehingga menyebabkan arus mati terprotek.
SOLUSI :
Setelah cover belakang dibuka, nampak bahwa model ini menggunakan 6 buah lampu CCFL (3 pasang)
Setiap sepasang lampu dinyalakan oleh sebuah tranfo inverter
Langsung saja lakukan pengukuran resistansi pada sekunder yang masuk ke lampu CCFL pada setiap tranfo.
Ternyata tranfo inverter yang menyalakan CCFL bagian bawah resistansinya terukur lebih tinggi jika dibanding dengan yang lainnya.
Langsung saja coba lepas tranfo tersebut, coba dinyalakan hanya menggunakan 4 buah lampu CCFL, jika perangkat TV dapat menyala terus, tidak mati sendiri lagi, coba periksa solderan kaki semua trafo tersebut, pasti ada yang kering dan terlepas timahnya.


Kasus 9

Cara Memperbaiki TV LCD / LED Yang Layarnya Gelap dan Suara Tidak Muncul

Contoh Kasus :


LCD Panasonic TH-L32X20, sudah divonis board digital rusak oleh bengkel lain

Kadang dapat hidup normal
Tetapi kadang lampu indikator sudah dapat menyala hijau – tetapi layar tetap gelap dan tidak ada suara
Normal LCD ini kalau dihidupkan pertama – indikator merah (st-by) akan berubah menjadi hijau kedip2 – kemudian hijau tidak berkedip lagi –dilanjutkan lampu backlight akan meyala – dan kemudian baru muncul gambar dan suara.
TROuble-SHooTING
Untuk mencari kerusakan problem ini maka kami lakukan pencatatan data tegangan-tegangan penting pada konektor yang menghubungkan board digital kontrol dengan board power supply seperti terlihat pada gambar dibawah pada saat (a) St-by, (b) saat dapat hidup normal, dan (c) saat problem tidak ada gambar

Data tegangan pada pin-pin konektor

Data Pin koneksi kabel LVDS TV LCD

Berdasarkan data tegangan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa

Pada saat problem - tegangan kontrol on-off (pin-7) dari mikrokontrol sudah ada – oleh karena itu indikator sudah bisa menyala hijau dan tegangan-tegangan 12v (pin11/12), 17v (pin-9) juga sudah keluar.
Pin-4 Alarm (Inverter SOS) ada tegangan – hal ini menunjukkan bahwa bagian Backlight Inverter ada problem – akibatnya maka kontrol Inverter-On (pin-3) dan Inverter Dimmer ((pin-2) tidak keluar tegangan.
KESIMPULAN : sirkit Inverter kadang ada masalah

Coba lumpuhkan sirkit Alarm (Inverter SOS) dengan cara :

Lepas kabel penghubung Alarm (inv SOS) dari board digital ke board power supply.
Pin-Alram (Inv-SOS) kami sambung ke ground menggunakan sebuah resistor 100 ohm 1/8watt – untuk mengunci agar tegangan tetap nol.
Hasilnya ternyata LCD dapat menyala terus secara normal, gambar suara muncul terus.
Catatan :

Menurut service-manual – jika terjadi problem pada bagian Inverter – seharusnya led indikator berubah menjadi warna merah dan kedip 1x. Tetapi mengapa pada kasus ini tidak terjadi? ………………….Inilah yang masih menjadi PR pertanyaan kami?……..Mengapa dari inverter keluar tegangan SOS, pada hal lampu back light dapat nyala normal terus?


Kasus 10

menganalisa kerusakan T-con
Pada tv LCD keluaran terbaru banyak T-con yg menjadi satu kesatuan dengan panel,
artinya apabila t-con yg rusak sama saja panel lcd juga rusak.

adapun ciri ciri kerusakannya adalah sebagai berikut :
  1. Raster nyala putih blank
  2. Raster gelap,tetapi backlight     menyala
  3. salah satu warna hilang atau kadang kadang hilang.
  4. Gambar blur atau belepotan.
namun untuk kerusakan pada no 4 ini ada beberapa langkah untuk memastikan apakah benar benar t-con yang rusak.
  • cek apakah tegangan 5v benar benar masuk pada jalur kabel LVDS.
  • cek sinyal sinyal gambar pada LVDS ( menggunakan osciloskop ). jika semua sinyal ada  berarti panel yang rusak
  • untuk mengetahui letak pin 5v dan pin sinyal gambar pada konektor LVDS.maka perlu skema diagram .

Periksa juga pose SMD pada  bagian.  T-con, biasanya letak pose SMD dekat dengan socket LVDS
mungkin juga penyebabnya hanya pose yang putus/rusak.

Info lengkap
Berikut Kesimpulan Kerusakan Ringan Yang Sering Terjadi Pada TV LCD / LED dan Bisa anda Betulin sendiri. Dalam hal betulisn atau istilahnya repair LCD artikel ini  semoga dapat membantu anda dan semoga bermanfaat :

Service mode:

INFO, MENU, MUTE, POWER ON

Gambar lambat:

Kerusakan LCD panel. Dengan cara menekan-nekan bagian pinggir atas layar kadang gambar dapat bagus.
Sering terjadi pada panel LTA320WT-L05

Warna tidak normal, gerakan lambat:

  • Coba ganti eeprom atau T-con
  • LCD panel rusak

Gambar negative/klise:

  • Ganti eeprom
  • Reset eeprom

Gambar cacat setelah panas:



  • Keruskan LCD panel

Separuh layar agak gelap:



  • Kerusakan LCD panel

Raster gelap, backlight ok, suara normal:



  • Cek fuse pada T-con board
  • T-con board rusak (coba diblower panas dulu)

Setelah ganti elko pada PSU  Raster agak gelap, brightness dinaikkan gambar flicker, hanya noise, Tidak dapat di tuning:



  • Masuk service menu
  • Kemudian Reset-On 

Saat pertama dihidupkan ada gangguan garis-2 horisontal, kadang freeze, kadang putih - lama-kelamaan gambar normal:

  • Problem LCD panel

kalau ditekan-tekan dpt normal

Problem loose kontak flatwire denganlcd panel

Gangguan seperti gambar lama sepertinya masih membekas:

  • Ganti T-con


Warna puyeh (tidak normal):

  • Loose kontak antara T-con dengan LCD panel. 
  • Perbaiki konektor

Kerusakan T-con

salah satu jalur ke panel tidak kerja/tidak sambung
Kerusakan LCD panel (salah satu jalur ke T-con tidak sambung)

Detail gambar tidak halus, tetapi seperti trotol-trotol bulat besar, hampir mirip mosaik:

  • Masuk serive menu – Reset-on
  • Coba tambah adjustment Sub brite

Back light hidup-mati:

  • Solderan umpan balik tranfo tegangan tinggi

Tidak ada gambar, Hanya blue screen dengan gangguan garis-garis horisontal pendek:

  • Kabel LVDS loose kontak

TV Stand by tidak mau start

  • Ganti elko2 pada psu (penyebab kerusakan)
  • Ganti eeprom

Mati-hidup sendiri:

  • Pastikan elko-2 power suply bagus
  • Masuk service mode
  • Parameter READY adjust “on”

Kadang mati sendiri:

  • Coba ganti kadel LVDS

Hidup mati sendiri setelah melody bunyi

  • Coba lepas kabel LVDS dari T-con, Jika bisa hidup terus ganti T-con
  • Coba lepas kabel LVDS dari main-board, Jika bisa hidup terus ganti kabel LVDS
  •  Jika Tetap problem, main board rusak,

Muncul garis - garis  vertikal tipis:

  • T-con flatwire sedikit loose kontak

Jika Kode kedip 4x:

  • Kerusakan elko bagian sekunder PSU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar